SURAT SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA



SURAT SEORANG AHLI TAJWID KEPADA ISTRINYA

Sayang, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang.

Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Lazim ...
Paling panjang di antara yang lainnya...

Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro..
terpantul-pantul dengan keras.

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab,
Ditanda dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran.
Bannyaaaakkk benarrrrrr.

Semoga dalam hubungan, kita ini menjadi seperti idgham Bilaghunnah ye,
cuma berdua, Lam dan Ro' .

Sepertinya Waqaf Mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah
satunya, dia atau aku ?

Meski perhatianku tidak terlihat seakan Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

Sayang, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain.
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

Sama halnya dgn Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Sepertinya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di fikiranku

Seperti Hukum Imalah yg dikhususkan untuk Ro' saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.

P/S: Lepas ni confirm terror tajwid punya hehe...

1 comment

October 29, 2013 at 10:16 PM

haha, ok ustazah2 tajwid boleh guna ni utk ajar anak murid ni. Hehe :)

Post a Comment

Disable right click

Kira Visitor

Lazada Malaysia